Irbanwil 2 Inspektorat Tanggamus Periksa Kepala Sekolah SDN BinjaiWangi


Tanggamus_Aspirasi RayatLmpung.com

Kepala Sekolah bersama 3 dewan guru SDN Binjaiwangi Kecamatan Pugung, diperiksa Irbanwil 2 Inspektorat Tanggamus, pemeriksaan terkait dugaan konkalikong pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan, dan pungutan Rp 25ribu/siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP)


Usai pemeriksaan, kepala SDN Binjaiwangi tidak bersedia diwawancarai, dia mengatakan tanyakan saja ke Inspektorat, dan bergegas menaiki mobil yang sudah menungu. 


AspirasiRakyatlampung.com mengkonfirmasi Irbanwil 2 Nuripin, dia mengatakan hasil pemeriksaan tanyakan langsung kepada sekertaris, tadi beliau juga yang melakukan klarifikasi kepada kepsek dan dewan guru Binjaiwangi. Selain hemat bicara, Nuripin langsung mengarahkan keruangan sekertaris.


Diruangannya, Gustam mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan  dan pengumpulan data terkait dengan pekerja tukang dari luar, tidak dipasangnya plang pelaksana kegiatan.


Dia mengatakan, terkait tidak dilibatkannya komite sekolah, karena ketua komite yang lama sudah digantikan, karena dia tidak lagi mengajar disekolah tersebut. 


Terkait aturan ketua komite harus dari masyarakat sipil berstatus ASN, itu informasinya dari juklak pengadaan swakelola jelas kepala sekolah, kata gustam. Terkait hasil pemeriksaan ini akan kita telaah dan gali lagi berdasarkan arah kebijakan dan aturan yang ada. 


"Kaitan pungli 25ribu/siswa, itu diakui, tapi bukan berarti mereka yang meminta itu diberikan untuk biaya pengurusan mereka bolak balik ke Bank, uang itupun sekarang sudah dikembalikan lagi, katanya.


Menurut Gustam, pihak sekolah mengembalikan uang yang sempat diterima dari walimurid, itu sah-sah saja. Itu merupakan satu kesalahan, tapi rekomendasi kita harus dikembalikan. Kalau ada hal lain menstrea hukumnya kita serahkan kepihak kepolisian.


"Kalau untuk sangsi, dia hanya guru honor yang diminta untuk melakukan pengurusan administrasi, kalau terbukti dia melakukan pungutan dia bisa diberhentikan, jelasnya.


Berbeda, kepala Dinas Pendidikan Tanggamus Aswien Dasmi, kepada AspirasiRakyatlampung.com mengatakan, dia belum mengetahui ada dugaan kongkalikong pelaksanaan pembangunan perpustakaan, juga pungutan Rp 25ribu/siswa penerima bantuan PIP.


Kadis mengatakan belum ketemu bidang satpras, dia juga sangat menyayangkan kenapa sekolah tidak melibatkan komite sekolah, dan kenapa sampai ada pungutan dana tersebut.


"Nanti saya akan suruh Kabid Dikdas untuk memangilan kepala SDN Binjaiwangi mingu besok, ini harus dipanggil, jelasnya.

Untuk menentukan sangsi, akan kita kroscek dulu kedua belah pihak. Itukan baru sumber berita dan kita belum ketemu yang bersangkutan kebenarannya seperti, baru akan kita tentukan sangsinya.(Suhaili)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.