Cegah Hoaks Tentang Vaksinasi, Pemdes Kuripan Bersama Upt Puskesmas Penengahan Gelar Sosialisasi Vaksinasi Covid 19

Kepala Puskesmas Penengahan , Dokter Rona, Kepala Desa Kuripan, BPD, LPM, dan  Bhabinsa. Foto: (Ambi).

Lampung Selatan, Aspirasirakyatlampung.com - Dalam rangka mendukung persiapan pelaksanaan vaksinasi serta mencegah berita hoaks yang beredar, Pemerintah Desa (Pemdes) Kuripan bersama Upt Puskesmas Kecamatan Penengahan Lampung Selatan gelar sosialisasi vaksinasi Covid 19 pada Perangkat Desa dan masyarakat setempat, jum'at (5/3/2021).

Giat tersebut berlangsung di Balai Desa Kuripan di hadiri Ka.  Upt Puskesmas Penengahan beserta para Staff, Dokter Gandar Sari Rona Raksi, Kepala Desa Kuripan  BPD, LPM, Tokoh Agama, ketua tim PKK, Bhabinsa ,Bidan Desa, Perawat Desa, Perangkat Desa dan perwakilan masyarakat Desa Kuripan.

Kepala UPT  Puskesmas penengahan, Rosalina S.Kep, M.Kep, menjelaskan bahwa Giat sosialisasi Vaksinasi Covid-19 ini bertujuan mengajak dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyrakat terkait persiapan pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan data dan fakta agar tidak terjadi salah persepsi dimasyarakat.

Perangkat Desa dan perwakilan masyarakat Desa Kuripan. Foto: (Ambi)

"Terkadang masyarakat kita ini salah persepsi dengan adanya berita hoaks yang ada di media sosial dan mulut ke mulut", Ujarnya.

Vaksinasi Covid 19 yang akan di berikan pada masyarakat adalah jenis Sinovac diproduksi oleh Sinovac Life Science, CoronaVac dikembangkan dengan menggunakan platform inactivated viruses, atau virus yang sudah dilemahkan. Jadi, vaksinasi Sinovac bekerja dengan cara menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa resiko respons penyakit serius.

Persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan pada kondisi darurat yang diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), menyatakan vaksinasi Sinovac bisa digunakan Aman dan Halal.

"Vaksinasi Sinovac sudah mendapatkan izin pengguanaan dari BPOM RI, jadi aman dan halal untuk di gunakan, "kata Rosalina S.Kep, M.Kep.

Selain itu, sebelum di lakukannya Vaksinasi Covid 19, peserta di harapkan untuk menjaga kesehatannya.

"Bagi peserta yang akan di vaksin tidak boleh begadang, istrahat yang cukup, memastikan kondisinya sehat secara umum, kemudian menyiapkan identitas, menyiapkan seluruh informasi yang screening, seperti periksa adanya penyakit bawaan atau tidak, dan surat tanda kesehatan juga dibawa supaya disaat kita screening mendapatkan kemudahan, jadi yang diberikan vaksinasi ini ada yang boleh dan tidak boleh, jadi memang harus sehat secara umum yang boleh di Vaksinasi, "Tuturnya.

Kemudian Rosalina S.Kep, M.Kep,  mengajak masyrakat mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid 19, tetap wajib menerapkan protokol kesehatan 5 M, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Vaksinasi tidak bisa 100% melindungi seseorang, namun ini merupakan upaya yang harus dilakukan, selebihnya tetap melakukan protokol kesehatan, "imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Kuripan Suhatsyah mengatakan, terkadang masyarakat salah persepsi dengan adanya berita Hoaks (Bohong) yang ada di Media Sosial (Medsos).

"Sebagian besar masyarakat kita ini tidak paham tetapi sudah salah persepsi duluan, terlebih percaya dengan adanya berita Hoaks yang ada di medsos, nah ini yang harus kita luruskan bahwa pentingnya vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh, "kata Suhatsyah.

Ditegaskan lagi bahwa vaksin bukan pengganti protokol kesehatan, protokol kesehatan adalah kewajiban, vaksin adalah bagian dari pencegahan. Ujung tombak pencegahan covid-19 ada ditangan masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pemberian vaksin ini sudah sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah, medis serta hukum, sebagai upaya pemerintah memberikan yang terbaik bagi rakyatnya, "Pungkas Kepala Desa Kuripan. (Ambi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.