Memprihatinkan Keluarga Asmarudin Anak Cacat Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

 Tanggamus, Aspirasirakyatlampung.com - kondisi  kehidupan pasangan suami istri Asmarudin dan Asiyamah di dusun Pamanyinan Pekon Suka Maju kecamatan pugung kabupaten Tanggamus sangat memprihatinkan. 

Berdasarkan Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara,  Dan Selanjutnya di dalam Pasal 27 Ayat (2) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Untuk menangani fakir miskin, Pemerintahan telah membuat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Tetapi pada kenyataannya masih banyak fakir miskin hidup dirumah yang tidak layak huni seperti kehidupan kehidupan pasangan suami istri Asmarudin dan Asiyamah.

 Pasangan suami istri tersebut miliki 7 orang anak satu diantaranya  mengalami cacat mental. Mereka tinggal di Rumah  Tidak Layak Huni (RTLH).

Asiyamah bercerita bahwa ia mengalami kebutaan selama 14 tahun sehingga selaku ibu rumah tangga kesulitan untuk mengasuh anak nya  dengan keadaan cacat mental.

"Sudah lama sekali saya mengalami kebutaan, juga telinga saya tidak dapat mendengar dengan jelas ketika ada suara orang berbicara hanya seperti gemuruh air, "tutur Asiyamah ketika di jumpai di kediamannya,  Rabu (30/06)

Ia sangat mengeluhkan semua penderitaannya yang hampir tidak sanggup untuk merawat 4 orang anak yang masih kecil. 

Meski anak sulung dari asiyamah telah bekerja sebagai buruh serabutan namun penghasilannya hanya bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. 

Asiyamah pun menyebut, mata pencaharian suaminya Asmarudin hanya menyadap aren   untuk di buat gula dengan pengahasilan tan menentu.

"Pengahasilan suami saya  tidak menentu  terkadang dapat banyak, kadang juga sedikit bahkan terkadang gak dapat apa apa, "ucapnya.

Selaku kepala rumah tangga, Asmarudin bekerja menyadap Nira pohon aren menuturkan dirinya merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan istri dan anaknya.

"Dengan kondisi yang seperti ini kami sangat  kesulitan sekali untuk biaya pengobatan istri dan anak kami apa lagi untuk memperbaiki rumah, untuk memberikan nafkah sehari hari pun kami selalu kekurangan, "keluh Asmarudin.

Ia sangat berharap kepada pemerintah desa setempat dan pemerintah daerah atau pusat  agar dapat memperhatikan dan membantu pengobatan istri dan anaknya. Ia juga berharap agar pemerintah dapat memberikan tempat tinggal  layak huni. (Yuntina)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.