Iklan lambar

Iklan lambar

Ini Prosesi Daduwai atau Bulangikh Khatu Makhga Buay Takkhugak

 

Tanggamus , Aspirasirakyatlampung.com
Prosesi Daduwai atau Bulangikh Khatu Makhga Buay Takkhugak, merupakan salah satu rangkaian Nayuh Agung Ngakuk Khatu Makhga.

Kepada aspirasirakyatlampung .com, Robinson, gelar Raja Penata Bandakh mengatakan, prosesi daduwai adalah salah satu rangkaian adat nayuh makhga buay takkhugak yang harus dilaksanakan menjelang arak-arak agung. Rangkaian tersebut dimulai saat pangeran dan khatu keluar dari gedung makhga, menuju kursi daduwai dihalaman gedung makhga, diiringi dayang-dayang, hulu balang menghunus pedang dan tombak sebagai pengamanan dan pembuka jalan.

Setelah khatu dan pangeran duduk dikursi kebesaran kata robinson, keduanya dihibur dengan tari-tarian adat daduwai, pitcak khakot dan tabuhan hadra oleh mulli makhanai makhga. Kemudian acara dilanjutkan menuju way balak untuk pelaksanaan bulangikh, diiringi tabuhan hadra.

Sesampainya di way balak, babay dari hihik pemapah, atau perempuan kiri kanannya pangeran membasuh kaki khatu serta tabur bunga, dengan harapan semua hal-hal yang tidak baik, hanyut ikut derasnya air sampai ketengah laut, seraya berharap kebaikan selalu menyertai rumah tangga pangeran dan khatu.

Kemudian khatu memasuki Pusiban atau bilik yang sudah di sediakan, untuk pelaksanaan prosesi bulangikh. Dengan tujuan untuk menghilangkan hal-hal yang tidak baik, dengan harapan kedepannya sang khatu bisa beradaptasi, serta bisa mengayomi makhga buay takkhugak.

"Setelah selesai bulangikh khatu dan pangeran beserta rombongan kembali menuju gedung makhga, dan kembali duduk di kursi kebesaran sembari bersenda gurau dengan gadis-gadis makhga, diiringi kesenian khas lampung," Jelasnya. Jumat (26/11)
(Suhaili)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.