Penobatan dan Penyerahan Tahta Pangeran dan Ratu Makhga Buay Takkhugak

 



Tanggakus, Aspirasirakyatlampung.comMenjelang dilaksanakan Nayuh Agung Makhga Buay Takkhugak, dilaksanakan rangkaian prosesi adat diantaranya Daduwai dan Arak Pacakh, kedua prosesi tersebut dilaksanakan dihari terahir sebelum dilaksanakan arak-arakan agung pada 27 November 2021.

Kepada aspirasirakyatlampung.com, M Azis, gelar Kakhya Khaja Tamunggung mengatakan, Arak Pacakh merupakan rangkaian prosesi adat makhga yang dilaksanakan H- satu dilaksanakan arak-arakan agung sebelum dilakukan penobatan, dan  penyerahan tahta kepada pangeran dan ratu makhga buay takkhugak yang baru.

Prosesi tersebut dimulai dari mengiringi atau mengarak pengantin dari gedung makhga menuju lamban banjakh agung, atau rumah orang no dua sang pangeran. Disana pangeran dan ratu budandan atau disalin mengenakan baju adat kebesaran makhga buay takkhugak.

Setelah budandan kata Azis, pasangan pangeran dan ratu kembali diarak kembali ke gedung makhga, dengan pengawalan prajurit atau hulu balang menghunus pedang dan tombak, sebagai pengamanan dan pembuka jalan. 

"Pada arak-arakan ini belum menampilkan pitcak khakot, khudat, talaga khumung, serta iring-iringan pengantin dan kesenian lainnya, arak pacakh hanya diiringi dengan tabuhan hadra oleh mulli makhga," Jelasnya. Jumat (26/11) sore.

Tiba di gedung makhga, rombongan disambut dengan lagu salam oleh penyimbang pengawa, sebagai upaya minta izin untuk memasuki gedung makhga, penyimbang suku selaku tuan rumah membalas salam, sekaligus membukakan pintu dan mempersilahkan pangeran dan ratu memasuki gedung makhga.

Keduanya kemudian duduk di kursi katibin,  kemudian dilakukan ngakhop akhop oleh babay penyimbang suku, sebelum keduanya menaiki kursi puade atau kursi tahta kebesaran dalam adat makhga buay takkhugak, kemudian diteruskan prosesi macakh atau mewarna kuku sang ratu.

Adapun yang berhak melakukan pemacakhan diantaranya, hihik bersama istri, temunggung mangku makhga dan istri, kelama dan sabai atau besan berikut istri. Saat pelaksanaan macakh istri dari penyimban suku dan penyimbang pengawa melantunkan lagu rincis-rincis, untuk menghibur ratu dan pangeran",Tutupnya.(Suhaili)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.