Iklan lambar

Iklan lambar

Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten Tinjau Makam Islam Kuno di Wonosobo




Tanggamus, aspirasirakyatlampung.com--Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten, melakukan pendataan situs cagar budaya makam Islam kuno Pangeran Jiwa Kusuma, di Pekon Tanjungkurung, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus yang kondisinya sangat memprihatinkan dan butuh pemugaran.

Ketua tim BPCD Banten, Mubi Yarto mengatakan, situs cagar budaya makam islam kuno Pangeran Jiwa Kusuma ini sudah resmi dilimpahkan kepada Pemkab Tanggamus tahun 2012 lalu, setelah melalui evaluasi dan penilaian terlebih dahulu.

Selain melakukan pendataan keaslian situs tersebut, mereka juga mendorong pemkab agar melakukan proses administrasinya mulai dari kepemilikan lahan dan lainnya, sebagai sarat pengajuan untuk dilakukan pemugaran mengingat kondisi pondok pemakaman yang sudah sangat memprihatinkan.

Terkait dengan sejarah makam kuno ini, banyak data yang belum kami peroleh harus dilakukan penelitian terlebih dahulu, mengingat data base yang ada pada mereka sebagian besar tidak menyatakan keterangan yang lengkap. " Kami akan melakukan kajian historisnya apa bila ada permohonan dari Pemkab Tanggamus dalam hal ini Disparbud. Sementara untuk kajian akademisnya bisa melibatkan universitas," Jelasnya. Jumat (14/10/22).

Ditambahkannya, untuk pengelola peziarah atau pengembangan wisata religi pekon harus berkoordinasi dengan pemkab, selama tidak menggangu dan merubah keasliannya itu bisa dilakukan, terlebih potensi itu ada, 

Sementara Kabid Seni Sejarah dan Tradisi Disparbud Tanggamus, Rohalyana mengatakan, keabsahan surat hibah situs makam kuno ini sudah jelas milik pemkab tanggamus, tingal menungu surat-surat kepemilikan dari Pekon Tanjungkurung.

"Pemugaran pondok dan makam mulli makhanai ini sudah menjadi prioritas Disparbud Tanggamus, insyaalloh di tahun 2023 mendatang bisa terealisasi," Tegasnya.

Kepala Pekon Tanjungkurung, Efendi, berharap kunjungan tim Balai Pelestarian Cagar budaya Provinsi Banten dan Bidang Seni Sejarah dan Tradisi Disparbud Tanggamus, menjadi angin segar akan dipugarnya situs cagar budaya makam islam kuno pangeran jiwa kusuma dipekon mereka, mengingat kondisinya yang memang sudah memprihatinkan, seperti gapura masuknya yang sudah ditumbuhi tumbuhan liar yang membuat lapuk bangun dan terkesan angker.

Sementara pada hari-hari tertentu makam tersebut banyak didatangi para peziarah dari luar daerah, bahkan pernah ada yang dari Malaysia, karenanya dirinya berharap agar pemkab tanggamus bisa melakukan perbaikan, harapnya.

(Suhaili)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.